pengarang : Khalil Gibran

Takkan kutukar dukacita hatiku demi kebahagiaan khalayak. Dan, takkan kutumpahkan air mata kesedihan yang mengalir dari tiap bahagian diriku berubah menjadi gelak tawa. Kuingin diriku tetaplah setitis air mata dan seulas senyuman.

Setitis airmata yang menyucikan hatiku dan memberiku pemahaman rahsia
kehidupan dan hal ehwal yang tersembunyi. Seulas senyuman menarikku dekat
kepada putera kesayanganku dan menjelma sebuah lambang pemujaan kepada
tuhan.

Setitis airmata meyatukanku dengan mereka yang patah hati; Seulas senyum
menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan.

Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan berbanding
jika aku hidup menjemukan dan putus asa.

 Aku bersedia kelaparan demi cinta dan keindahan yang ada di dasar jiwaku
setelah kusaksikan mereka yang dimanjakan amat menyusahkan orang. Telah
kudengar keluhan mereka dalam hasrat kerinduan dan itu lebih manis
daripada melodi yang termanis.

Ketika malam tiba bunga menguncupkan kelopak dan tidur, memeluk kerinduannya. tatkala pagi menghampiri, ia membuka bibirnya demi menyambut ciuman matahari.

Kehidupan sekuntum bunga sama dengan kerinduan dan pengabulan. Setitis
airmata dan seulas senyuman.

Air laut menjadi wap dan naik menjelma menjadi segumpal mega. Awan
terapung di atas pergunungan dan lembah ngarai hingga berjumpa angin sepoi
bahasa, jatuh bercucuran ke padang-padang lalu bergabung bersama aliran
sungai dan kembali ke laut, rumahnya.

Kehidupan awan-gemawan itu adalah sesuatu perpisahan dan pertemuan. Bagai
setitis airmata seulas senyuman. Dan, kemudian jiwa jadi terpisahkan dari
jiwa yang lebih besar, bergerak di dunia zat melintas bagai segumpal mega
diatas pegunungan dukacita dan dataran kebahagiaan.

Menuju samudera cinta dan keindahan – kepada Tuhan. ((-_-))

penulis : mbaelanang

Terima kasih sudah mau mampir dan membaca puisi di blok kami, semoga kumpulan puisi kami bermanfaat bagi anda.

About mbaelanang

Berikanlah sesuatu yang bermanfaat untuk anak-anak bangsa Indonesia, dan Janganlah pernah menyerah untuk menhadapi coba'an yang akan datang... WELCOME TO THE FUTURE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s