Puisi ini dibuat oleh : Hasna Fauziah Noorsy, yang duduk di kelas II Patas, MII Sambas Purbalingga Jawa Tengah.

Ditilang Polisi

Seperti biasa, pulang sekolah aku dijemput Ibu naik motor. Di tengah jalan aku lihat banyak motor berhenti di pinggir jalan, juga banyak polisi.

Seperti pengendara motor yang lain, Ibu juga ikut diberhentikan polisi Aku jadi cemas karena kulihat Ibu juga cemas karena setelah membuka-buka buku isi tas ternyata Ibu tidak bawa SIM (Surat Izin Mengemudi). Sehingga Ibu kena tilang (bukti pelanggaran) dan harus disidang besok di pengadilan.

Setelah Ibu tanda tangan, kami diijinkan jalan lagi. Aku jadi lega. Meski banyak yang ingin kutanyakan sama ibu tapi aku diam saja.

Baru Ketika sampai di rumah, Ibu menjelaskan bahwa semua orang yang naik motor harus punya SIM, kalau tidak akan ditilang karena dianggap melakukan pelanggaran lalu lintas. Orang baru boleh punya SIM kalau sudah berumur 17 tahun. ” Oh begitu,” kataku. Gara-gara ibu ditilang polisi aku jadi tahu, tadinya aku kira naik motor boleh siapa saja, ternyata tidak. ((-_-))

penulis : mbaelanang

Terima kasih sudah mau mampir dan membaca puisi di blok kami, semoga kumpulanpuisi kami bermanfaat bagi anda.

About mbaelanang

Berikanlah sesuatu yang bermanfaat untuk anak-anak bangsa Indonesia, dan Janganlah pernah menyerah untuk menhadapi coba'an yang akan datang... WELCOME TO THE FUTURE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s